Rukun dan Kompak, Ribuan Orang Hadiri Tradisi Tahlilan 7 Hari di Dukuh Sidomulyo Desa Banjaragung Bangsri Jepara

Editor: Miftah Alfarisi 

 

Aktual-Berita.com – Kabar Jepara 

Tahlilan dan Yasinan adalah tradisi Islam yang dilakukan untuk mengenang dan mendo’akan orang yang telah meninggal dunia. Tradisi tahlilan dan Yasinan biasanya dilakukan pada malam pertama setelah seseorang meninggal dunia dan pada malam-malam tertentu setelah itu, seperti pada hari ke-7, hari ke-40, hari ke-100, dan hari ke-1000 setelah kematian. Biasa disebut dengan istilah mitung ndino, matangpuluh, nyatus, dan nyewu. (14 Juni 2025).

 

Pada malam pertama sampai malam ke tujuh, tahlilan dan Yasinan dan Fida kubro bacaan surat ikhlas berjumlah 100.000, biasanya dihadiri oleh keluarga dan tetangga yang berkumpul di rumah almarhum. Selama acara tahlilan dan Yasinan, biasanya dibacakan doa-doa dan ayat-ayat Al-Quran untuk memohon ampun dan rahmat Allah SWT. Selain itu, tahlilan juga sering diisi dengan pembacaan sholawat dan dzikir untuk menguatkan iman dan mendekatkan diri pada Allah.

Pada hari ke-7 setelah kematian, tahlilan dan Yasinan biasanya dilakukan kembali dengan tujuan untuk memberikan penghormatan terakhir dan memperkuat iman keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, tahlilan hari ke-7 juga dianggap sebagai hari yang penting dalam mempersiapkan almarhum untuk menghadap kepada Allah SWT.

 

Menurut Asrori selaku ketua RW 4 Dukuh Sidomulyo Desa Banjaragung menyampaikan, di Dukuh Sidomulyo Desa Banjaragung kecamatan Bangsri Jepara ini acara tahlilan di setiap ada orang meninggal, mulai malam pertama sampai mitung dino itu hampir selalu di hadiri ribuan orang di acara tersebut, imbuh Asrori.

 

Seperti hari Ahad malam Senin, 14 Juni 2025 yang dilakukan oleh salah satu warga di Dukuh Sidomulyo RW 4 yaitu dirumah Bapak Sulhan melaksanakan acara mitung dino Almarhuma Ibu Juyati, acara ini di hadiri ribuan orang.

 

Dalam acara tersebut di isi oleh kyai Zainul Ufi, beliau menyampaikan pentingnya 4 perkara yaitu: 1. menjaga amanah, 2. Berkata Jujur jangan 3. Menjauhi kebohongan/nggedebus, 4. Jangan suka Adu Domba, dawuh Kyai Zainul Ufi.

 

Pada hari ke-40 setelah kematian, tahlilan dan Yasinan biasanya dilakukan lagi untuk menandai berakhirnya masa berkabung yang dianggap sebagai waktu yang paling berat bagi keluarga yang ditinggalkan.

 

Setelah kematian, tahlilan dan Yasinan kembali dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir dan untuk mengenang almarhum. Pada hari ini, keluarga biasanya mengumpulkan orang-orang yang terkait dengan almarhum untuk melakukan tahlilan bersama-sama.

 

(Red).

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *