Camping Murah di Pulau Panjang Jepara Jadi Favorit Wisatawan Berkat TikTok

Editor: Tim Redaksi

 

Kabar Jepara — Aktual-Berita.com.

 

Suasana alam yang indah, biaya camping yang terjangkau, serta tren konten wisata di media sosial membuat aktivitas camping di Pulau Panjang, Jepara, semakin diminati wisatawan, terutama kalangan muda. Sejak beberapa tahun terakhir, jasa penyewaan tenda di kawasan tersebut terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat untuk menikmati pengalaman bermalam di alam terbuka.

Salah satu penyedia jasa sewa tenda di Pulau Panjang, Ganung (35), mengatakan bahwa media sosial memiliki pengaruh besar terhadap meningkatnya jumlah pengunjung. Menurutnya, banyak wisatawan datang setelah melihat unggahan video camping di TikTok.

“Banyak yang datang karena lihat di TikTok, istilahnya korban TikTok,” ujar Ganung saat diwawancarai, Jumat (9/5/26).

 

Ia menjelaskan, proses penyewaan tenda cukup mudah. Wisatawan hanya perlu memesan melalui WhatsApp, memilih jenis tenda dari katalog yang tersedia, kemudian membayar uang muka sebagai tanda jadi. Harga sewa tenda juga relatif ramah di kantong, mulai Rp100 ribu per malam.

“Sekarang orang lebih suka liburan yang simpel tapi tetap seru. Camping di sini jadi pilihan karena murah dan pemandangannya bagus,” katanya.

 

Selain biaya sewa yang terjangkau, pengunjung tidak dikenakan tarif tambahan untuk lahan camping. Wisatawan hanya membayar tiket masuk kawasan sebesar Rp 8.000 sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Kondisi ini dinilai menjadi salah satu alasan Pulau Panjang semakin diminati sebagai destinasi liburan hemat.

Ganung menuturkan bahwa mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga keluarga muda. Ia menyebut akhir pekan, khususnya malam Minggu, menjadi waktu paling ramai bagi wisata camping di kawasan tersebut.

“Kalau malam Minggu atau libur panjang biasanya penuh. Banyak yang datang rombongan sama teman-temannya,” ungkapnya.

 

Di balik tingginya minat wisatawan, usaha penyewaan tenda tetap menghadapi sejumlah tantangan. Faktor cuaca, terutama saat musim angin barat dan ombak tinggi, disebut sangat memengaruhi jumlah pengunjung yang datang ke Pulau Panjang.

Selain itu, kerusakan perlengkapan camping juga menjadi risiko yang cukup sering terjadi. Ganung mengatakan aktivitas barbeku kerap membuat beberapa peralatan mengalami kerusakan sehingga pihak penyedia menerapkan aturan dan sanksi tertentu kepada penyewa.

“Kalau ada kerusakan biasanya sudah ada kesepakatan sebelumnya, jadi penyewa juga ikut bertanggung jawab,” katanya.

 

Meski demikian, usaha rental tenda masih dinilai menjanjikan. Ganung memperkirakan keuntungan bersih usaha berada di kisaran 20 hingga 30 persen setelah dikurangi biaya operasional seperti tenaga bongkar pasang, pencahayaan berbasis aki, dan perawatan perlengkapan.

“Yang penting peralatan dirawat dan pelayanan dijaga, karena pengunjung sekarang juga suka kasih ulasan di media sosial,” tambahnya.

 

(Sumber. Rahayu Kiswara/ Mahasiswa Unisnu Jepara).

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *