Editor -Reporter: Miftah
Aktual-Berita.com – Kabar Yogyakarta.
Santri Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memadati lapangan dan halaman depan Kepolisian Daerah (Polda) DIY, Selasa (29/10) siang.
Aksi ini dilakukan buntut dari kasus penusukan santri Pondok Pesantren Krapyak oleh gerombolan pemuda yang sedang dalam pengaruh miras beberapa waktu lalu.

Pantauan Pandangan Jogja di lokasi menunjukkan bahwa para santri mulai berkumpul di kawasan Polda DIY sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Mereka tiba menggunakan beberapa bus, dan akses jalan di sekitar Polda DIY sempat ditutup.
Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan menemui peserta pendemo, Para santri membawa poster berisi penolakan terhadap minuman keras dan kecaman atas insiden penusukan santri Krapyak, Beberapa poster bertuliskan โJogja Waras Tanpa Miras,โ โSantri Bukan Objek Kekerasan,โ โHanya Pengecut yang Melakukan Kekerasan,โ dan โMiras Diteguk, Santri Ditusuk.โ

Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, menyampaikan bahwa terkait insiden penusukan, kepolisian telah menangkap tujuh pelaku.
โNanti sore kita rilis, semuanya kita rilis,โ kata Suwondo di hadapan para santri.
โYang kita hukum perbuatannya, bukan orangnya. Jangan benci orangnya. Proses selanjutnya bisa dikontrol sampai pengadilan,โ ujarnya.
Ketua PWNU DIY, Zuhdi Muhdor, saat berorasi di hadapan peserta aksi. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Ketua PWNU DIY, Zuhdi Muhdor, saat berorasi di hadapan peserta aksi. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Ketua PWNU DIY, Zuhdi Muhdor, mengapresiasi kepolisian yang telah merespons cepat tuntutan santri.
โKetika kita berada pada suasana peringatan hari santri, ada peristiwa penusukan. Kemudian, kepolisian dengan tanggap dan sigap menangkap pelakunya,โ kata Zuhdi.
Koordinator aksi tersebut, Muiz mengatakan bahwa total santri yang hadir dalam aksi tersebut diperkirakan mencapai 7.000 hingga 8.000 orang.
โCatatan kami diperkirakan sekitar 7.000 sampai 8.000 orang,โ ujar Muiz.
Wildan salah satu santri alumni Kajen asli Jepara sekaligus mahasiswa UIN Yogyakarta menyampaikan, kami bersama temen-temen ikut turun ke ke jalan ikut prihatin atas peristiwa Penusukan terhadap santri, kami berharap pelaku di tangkap dan APH harus mencari faktor penyebab Penusukan santri tersebut, ujar Wildan.
Red.




