Kisah Rosya Remaja Asal Desa Sekuro Calon Siswi MAN 1 Bawu Jepara, Semangat Raih Pendidikan Meski Diuji Kehidupan

Editor; Miftah

Aktual-Berita.com – Kabar Jepara, 6 Juli 2026

Semangat untuk mengenyam pendidikan terutama dalam menghafal Al-Quran terus ditunjukkan oleh seorang remaja dengan nama lengkap Calysta Amrina Rosyada yang akrab disapa Rosya, Putri Ali Ikhwan dan Siti Khumaiyah, S.Ag (alm) warga Desa Sekuro, Kabupaten Jepara. Di tengah kondisi keluarga yang memprhatinkan dan yang tidak mudah, Rosya tetap bertekad melanjutkan pendidikan di ponpes Tahfidz Baitul Qur’an dan menjadi calon siswi di MAN 1 serta Bawu Jepara.

Perjuangan Rosya menjadi perhatian masyarakat sekitar. Sejak kecil, ia harus menjalani kehidupan sebagai anak piatu. Sementara itu, ayahnya saat ini sedang dalam kondisi sakit sehingga keluarga menghadapi tantangan yang cukup berat, termasuk dalam hal perhatian terhadap Anak seusianya.

Meski demikian, semangat belajar Rosya tidak pernah surut. Dukungan dari keluarga, penyemangat agar ia tetap bisa meraih cita-citanya.

Kak Ni’am “Kami melihat adik saya Rosya sebagai anak yang memiliki semangat luar biasa. Kondisi keluarga memang tidak mudah, tetapi kami berharap Dade, lek ikut memberikan doa dan dukungan agar ia dapat melanjutkan pendidikan dengan lancar dan menggapai cita-citanya.”

Kak Yahya saya juga sebagai kakak berpesan “Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami berharap perjuangan adik saya Rosya untuk tidak menyerah terhadap keadaan, saya bertiga dan adik saya di dukung penuh oleh saudara saya dalam hal bekal hidup dan motivasi yang luar biasa sehingga ia dapat terus belajar di dunia pendidikan.”

Salah seorang tetangga mengatakan bahwa Rosya dikenal sebagai anak yang sopan, rajin, dan memiliki kemauan belajar yang tinggi.

“Kami ikut prihatin karena Rosya sudah menjadi anak piatu, sementara ayahnya sedang sakit. Namun kami melihat ia tetap semangat. Semoga Allah memberikan kemudahan dan ada rezeki untuk membantu biaya pendidikannya,” ujar seorang warga sekitar.

Kisah Rosyamenjadi pengingat bahwa semangat menuntut ilmu tidak boleh padam oleh keterbatasan. Dukungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan diharapkan dapat membantu mewujudkan impian generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

 

(Red).

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *